Tampilkan postingan dengan label URBAN LEGEND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label URBAN LEGEND. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2016

Mitos Hantu Dari Tanah Karo



Mitos Hantu Dari Tanah Karo



 
Begu Ganjang, urban legend yang cukup ditakuti dari anah Sumatera. Konon, ketika seseorang Bertemu dengan hantu ini, nyawa mereka sebenarnya sedang berada dalam bahaya. Menurut cerita, Begu Ganjang sebenarnya adalah arwah dari seorang bayi yang meninggal.
Kemudian, bayi yang belum genap tujuh hari meninggal itu diambil organ dalamnya oleh orang yang menguasai ilmu hitam. ketika orang-orang diketahui memelihara Begu Ganjang, maka orang itu akan dibunuh atau rumahnya dibakar warga yang kesal dengan praktik ilmu hitam. Padahal menurut legendanya, tujuan orang-orang memelihara Begu Ganjang adalah menjadi penjaga sawah dan kekayaan pemiliknya,
Namun, karena niat jahat memelihara Begu Ganjang  malah untuk melakukan  tindakan balas dendam dan mengumpulkan kekayaan dengan jalan tidak logis. Ketika orang yang memelihara makhluk halus ini ingin membunuh seseorang dengan ilmu santetnya, biasanya Begu Ganjang akan dikirim untuk menghabisi orang itu. Begu Ganjang akan mencekik orang yang ingin dibunuhnya hingga tewas seketika. Begu Ganjang sosoknya digambarkan sangat tinggi — setinggi pohon. Kaki-kakinya menjulang, kulit yang hitam legam, dan rambut yang panjang menjuntai
Bagaimana menurut versi kalian sendirri? Coba kalian coment dibawah

Kamis, 12 November 2015

KISAH ONIBABA

KISAH ONIBABA




Pernah mendengar sumanto ? Pernah mendengar nenek gayung ? Mungkin ini adalah gabungan nya. Siapa lagi kalau bukan Onibaba (Perempuan Setan Jahanam) adalah oni dari cerita rakyat Jepang yang memiliki penampilan seorang wanita tua namun sering memakan manusia. Lalu Onibaba sering juga disebut dengan "Demong Hag", "Old Hag", "Mountain Woman", "Goblin dari Adachigahara," dan "Kurozuka," the Onibaba memiliki banyak kisah di balik namanya.

Ciri Ciri Onibaba

Onibaba memiliki penampilan seorang wanita berusia sangat tua. Dia suka menampakan diri dengan ciri khas berpenampilan kusut, gila, liar tampak rambut, dan bermulut besar. Dia kadang kadang di gambarkan dengan pisau dapur atau duduk dengan gulungan benang. Dia sering juga menyembunyikan penampilan setan nya untuk menempatkan korban nya dalam rasa aman.
Onibaba biasa tinggal di sebuah gua, rumah kecil dan rumah kosong di pesawahan. Ada sebuah museum kecil di Adachigahara yang di katakan pisau yang di pajang adalah pisau yang di gunakan oleh Onibaba untuk memakan korban nya.

Kisah nyata

Salah satu sumber mengatakan Onibaba lahir dari bayi perempuan dari sebuah keluarga kaya di Kyoto. Meski sudah berusia 5 tahun dan di nyatakan sehat dan bahagia, anak itu tidak dapat berbicara sejak lahir. Khawatir dan putus asa, keluarga berkonsultasi dengan dokter setelah dokter tidak berhasil lalu mereka ke seorang peramal. Lalu sang peramal itu mengatakan kepada mereka bahwa obat agar gadis itu tetap hidup adalah hati gadis yang masih segar dan janin yang masih hidup. Lalu orang tua nya pun tidak kuat menghadapi pembicaraan ini. Tugas ini pun di berikan kepada pengasuh nya yang berangkat pada pencarian sendiri dan di berikan nya sebuah omamori yaitu jimat untuk perlindungan. Pencarian pengasuh, akhir nya ada yang bersedia menjadi pengasuh gadis itu. Pembantu itu pun lelah untuk mencapai Adachigahara. Lalu pengasuh itu pun memutuskan untuk tinggal di sebuah gua dan menunggu wisatawan hamil yang lewat. Tahun tahun berlalu sebelum seorang wanita hamil tunggal mendekati gua nya. Merasa putus asa pengasuh melompat pada wanita itu dan menambil janin dan hati nya. Hanya setelah mencapai tujuan nya dia menyadari bahwa wanita itu mengenakan omamori. Pengasuh pun menjadi gila oleh realisasi ini, pengasuh nya pun menjadi seorang pembunuh berdarah dingin dan memakan semua orang yang melewati gua nya itu.
Dalam cerita lain, pengasuh tidak memiliki putri lalu dia ingin segera sembuh dan untuk sembuh itu dia harus memakan seorang wanita hamil bukan hati janin nya.
nah itu cerita dari hantu dari JEPANG. mungkin kalian punya cerita versi lainnya. bisa kalian share juga ya :)

Rabu, 11 November 2015

Kisah Nyata Asal Usul Hantu Sadako di Jepang

Kisah Nyata Asal Usul Hantu Sadako di Jepang


Sadako Sasaki lahir 7 Januari 1943; hidupnya yang singkat berakhir pada 25 Oktober 1955. Ketika ia berusia dua tahun, sebuah bom atom dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang. Sadako tinggal dekat Misasa Bridge di Hiroshima tempat bom dijatuhkan pada tanggal 6 Agustus 1945. Saat itu dia tak tahu bahwa dirinya telah menjadi korban radiasi pasca pemboman.
Sadako adalah seorang anak yang cerdas, ceria, sangat energik, mungkin istilah yang tepat adalah “pecicilan”, hingga orang tuanya selalu mengingatkan agar ia duduk manis barang sejenak. Sadako sangat suka berlari-larian. Ia sangat menikmati menjadi bagian dari “tim lari estafet” di sekolahnya. Hingga dia tak memberitahu siapapun bahwa dia mulai merasakan pusing saat berlari. Satu saat, ia terjatuh di depan para guru, hingga dipanggillah orang tuanya datang ke sekolah. Tanggal 21 Februari 1955, Sadako mulai masuk rumah sakit. Sadako didiagnosa terjangkit leukemia sebagai dampak bom atom. Ibunya menyebut sebagai “penyakit bom atom” (an atomic bomb disease).
Pada bulan November 1954, tumbuh cacar pada leher dan bagian belakang telinganya. Pada bulan Januari 1955, mulai timbul titik berwarna ungu pada kakinya. Pada tanggal 21 Februari 1955, Sadako harus dirawat di rumah sakit karena dokter mendiagnosa Sadako mengidap Leukemia dan divonis hanya dapat hidup paling lama satu tahun.

Pada tanggal 3 Agustus 1955, seorang sahabat karib Sadako yang bernama Chizuko Hamamoto datang menjenguk Sadako di rumah sakit dengan membawa kertas emas untuk membuat bangau kertas, karena berdasarkan kisah klasik Jepang, jika seseorang membuat seribu bangau kertas, maka permintaannya akan dikabulkan. Cerita yang berkembang menyebutkan bahwa Sadako hanya mampu menyelesaikan 644 bangau kertas sebelum kematiannya, dan sahabatnya meneruskan hingga 1.000 dan menguburkan semua bersama jasad Sadako. Cerita lain dari Hiroshima Peace Memorial Museum menyatakan bahwa pada akhir Agustus 1955, Sadako teleah menyelesaikan 1.000 bangau kertas dan meneruskan untuk membuat lebih banyak lagi.

Sejak saat itu Sadako mulai membuat paper crane untuk meminta kesembuhan bagi dirinya. Untaian bangau kertas digantung di atas tempat tidurnya dengan seutas benang. Meskipun Sadako punya banyak waktu di rumah sakit untuk melipat bangau, ia kehabisan kertas. Dia pun menggunakan medicine wrappings dan apa saja yang bisa ia pungut. Ia berkunjung ke kamar pasien lain untuk meminta kertas bekas bungkus bingkisan pengunjung yang datang mengunjungi pasien. Chizuko juga membawakan kertas untuknya. Sadako berkeinginan melipat 1000 bangau, tetapi sayang, ia hanya sanggup melipat 644 sebelum ajal menjemputnya.
Kondisi Sadako memburuk secara drastis, membuat kedua orang tua dan saudara-saudaranya sedih melihatnya sekarat. Ibunya membuatkan sebuah kimono bercorak bunga sakura supaya dapat dipakainya sebelum ia meninggal. Saat itu Sadako merasa kondisinya membaik sehingga ia dibolehkan pulang selama beberapa hari. Sadako berteman dengan seorang anak laki-laki bernama Kenji, seorang anak yatim, yang juga menderita leukemia tetapi sudah dalam stadium lanjut. Kenji sudah terkena dampak radiasi sejak ia dalam kandungan ibunya. Sadako mencoba memberi Kenji harapan dengan kisah bangau emas (The golden crane story), tetapi Kenji sadar akan kenyataan bahwa waktunya sudah dekat. Ibunya sudah lebih dulu meninggal, dan ia sudah belajar bagaimana cara membaca diagram darahnya (blood charts) dan sudah tahu bahwa ia sudah dalam kondisi sekarat. Saat di rumah Saat di rumah sakit, Sadako menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kematian Kenji, dan dia sangat terpukul. Sadako tahu bahwa gilirannya pun akan segera tiba.
Setelah keluarganya memaksanya untuk makan sesuatu, Sadako meminta teh hijau dan berkomentar “It’s good.” Kalimat itu adalah kalimat terakhirnya. Dikelilingi oleh keluarganya, Sadako meninggal dunia pada tanggal 25 Oktober 1955 pada usia 12 tahun. Teman-temannya menyelesaikan pembuatan bangau kertas sisanya hingga genap terkumpul 1000 bangau dan menguburkannya bersama jasad Sadako.
Sepeninggal Sadako, teman-temannya menerbitkan suatu koleksi surat-surat untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk membangun sebuah monumen peringatan bagi Sadako dan semua anak yang meninggal akibat efek bom atom. Pada tahun 1958 sebuah patung Sadako memegang bangau emas berdiri di Hiroshima Peace Memorial Park, bangsa Jepang menyebutnya dengan nama Genbaku Dome. Di kaki patung terdapat sebuah prasasti bertuliskan:
“This is our cry. This is our prayer. Peace on Earth.”
(“Inilah jeritan kami. Inilah Doa kami. Damai lah di bumi”).

Di Seattle Peace Park juga terdapat patung Sadako. Sadako telah menjadi simbol dampak perang nuklir, mengingatkan betapa berbahayanya perang nuklir. Sadako juga menjadi pahlawan untuk gadis-gadis di Jepang. Kisah hidupnya diceritakan di sekolah-sekolah Jepang saat memperingati pemboman Hiroshima. Sebagai dedikasi untuknya, penduduk Jepang merayakan 6 Agustus sebagai National Peace Day.
Kisah Sadako menjadi terkenal pula di kalangan murid sekolah di luar Jepang karena ditulis menjadi sebuah novel. The Day of the Bomb ditulis seorang penulis berkebangsaan Austria Karl Bruckner. Sadako and the Thousand Paper Cranes pertama kali diterbitkan pada tahun 1977 ditulis oleh Eleanor Coerr. Robert Jungk juga menulis Children of the Ashes, di dalamnya ditulis pula kisah Sadako. Setiap tahun, ribuan paper crane dikirim oleh anak-anak dan orang dewasa dari seluruh penjuru dunia ke Hiroshima Peace Memorial Park. Burung bangau merupakan simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik yaitu perdamaian tanpa penderitaan.
Kisah Sadako dapat menjadi pengingat bagi kita apa yang terjadi akibat perang terlebih jika suatu negara memilih untuk menggunakan senjata nuklir.
Burung bangau di Jepang merupakan salah satu mahluk mistis atau suci (selain naga dan kura-kura) yang dipercaya dapat hidup ribuan tahun. Thousand Origami Cranes (千羽鶴, Senbazuru) yaitu sebuah untaian seribu origami bangau kertas yang disatukan dengan benang. Ada sebuah legenda kuno Jepang yang konon menjanjikan bahwa siapapun yang dapat melipat seribu bangau origami akan dihadiahi “WISH” oleh sang bangau, seperti umur panjang, sembuh dari sakit.
Maka Senbazuru menjadi wedding gift yang populer untuk keluarga dan teman spesial. Si pemberi berharap pengantin mendapat seribu tahun kebahagiaan dan kesejahteraan. Dapat juga sebagai kado untuk bayi yang baru lahir agar berumur panjang dan mendapat keberuntungan. Menggantung Senbazuru di rumah dianggap membawa keberuntungan. Ada pula yang menggunakan sebagai matchmaking charm untuk gadis-gadis Jepang saat berusia 16 tahun. Sang gadis akan membuat 1000 bangau untuk diberikan kepada sang jaka yang dikaguminya.
Itulah asal usul hantu sadako di jepang atau sejarah hantu jepang sadako yang merupakan kisah nyata.
semoga korban dari bom atom dulu tenang di dunia lain. amin :)

Senin, 09 November 2015

HAIKU (NO) TOMINO (TOMINO POETRY)

Haiku (no) Tomino (Tomino Poetry)
Wah kali ini kita akan belajar berpuisi indah. Gimana apa kalian tertarik untuk belajar membaca puisi ini? Hehe
Tapi seblum kalian belajar membaca puisi ini mari kita simak terlebih dahulu asal usul terciptanya puisi Haiku Tomino J



Tomino adalah cerita legenda masyarakat Jepang tentang sebuah puisi kematian yang dapat mencelakai bahkan membunuh siapa pun yang membaca dan mengucapkan puisi ini dengan suara yang keras. Beberapa orang menceritakan bahwa Tomino adalah seorang gadis kecil yang lahir cacat, ia menuliskan sebuah sajak puisi untuk diperlihatkan kepada orang tuanya tapi karena isi puisinya sangat aneh maka orang tua Tomino memarahi dan menghukum Tomino, lalu menguncinya kedalam gudang sempit dan tak memberinya makan, dalam keadaan kelaparan akhirnya Tomino meninggal. Berselang beberapa hari kemudian kedua orangtua Tomino pun akhirnya meninggal dengan tidak wajar.
Inilah puisinya :
トミノの地獄

Tomino no Jigoku (Tomino’s Hell)

西條八十

Saijo Yaso

詩集「砂金」より


姉は血を吐く、妹(いもと)は火吐く、

ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku,
His older sister vomited blood, his younger sister vomited fire,

可愛いトミノは 宝玉(たま)を吐く。

kawaii tomino wa tama wo haku
And the cute Tomino vomited glass beads.

ひとり地獄に落ちゆくトミノ、

hitori jihoku ni ochiyuku tomino,
Tomino fell into Hell alone,

地獄くらやみ花も無き。

jigoku kurayami hana mo naki.
Hell is wrapped in darkness and even the flowers don’t bloom.

鞭で叩くはトミノの姉か、

muchi de tataku wa tomino no aneka,
Is the person with the whip Tomino’s older sister,

鞭の朱総(しゅぶさ)が 気にかかる。

muchi no shubusa ga ki ni kakaru.
I wonder who the whip’s shubusa(?) is.

叩けや叩きやれ叩かずとても、

tatake yatataki yare tataka zutotemo,
Hit, hit, without hitting,

無間地獄はひとつみち。

mugen jigoku wa hitotsu michi.
Familiar Hell’s one road.

暗い地獄へ案内(あない)をたのむ、

kurai jigoku e anai wo tanomu,
Would you lead him to the dark Hell,

金の羊に、鶯に。

kane no hitsu ni, uguisu ni.
To the sheep of gold, to the bush warbler.

皮の嚢(ふくろ)にやいくらほど入れよ、

Kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo,
I wonder how much he put into the leather pocket,

無間地獄の旅支度。

mugen jigoku no tabishitaku.
For the preparation of the journey in the familiar Hell.

春が 来て候(そろ)林に谿(たに)に、

haru ga kitesoru hayashi ni tani ni,
Spring is coming even in the forest and the steam,

暗い地獄谷七曲り。

kurai jigoku tanina namagari.
Even in the steam of the dark Hell.

籠にや鶯、車にや羊、

kagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji,
The bush arbler in the birdcage, the sheep in the wagon,

可愛いトミノの眼にや涙。

kawaii tomino no me niya namida.
Tears in the eyes of cute Tomino.

啼けよ、鶯、林の雨に

nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni
Cry, bush warbler, toward the raining forest

妹恋しと 声かぎり。

imouto koishi to koe ga giri.
He shouts that he misses his little sister.

啼けば反響(こだま)が地獄にひびき、

nakeba kodama ga jigoku ni hibiki,
The crying echo reverberates throughout Hell,

狐牡丹の花がさく。

kitsunebotan no hana ga saku.
The fox penoy blooms.

地獄七山七谿めぐる、

jigoku nanayama nanatani meguru,
Circling around Hell’s seven mountains and seven streams,

可愛いトミノのひとり旅。

kawaii tomino no hitoritabi.
The lonely journey of cute Tomino.

地獄ござらばもて 来てたもれ、

jigoku gozarabamo de kitetamore,
If they’re in Hell bring them to me,

針の御山(おやま)の留針(とめはり)を。

hari no oyama no tomebari wo.
The needle of the graves.

赤い留針だてにはささぬ、

akai tomehari date niwa sasanu,
I won’t pierce with the red needle,

可愛いトミノのめじるしに。

kawaii tomino no mejirushini.
In the milestones of little Tomino.

Terjemahannya :
Neraka Tomino

Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api.
Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga.
Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka.
Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga.
Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?
Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan.
Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,
Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara.
Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,
Dari domba emas, dan dari burung bulbul.
Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,
Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka.
Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,
Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka.
Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,
Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata .
tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai
Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu.
Gema tangisanmu melolong melalui neraka,
serta darah memekarkan bunga merah.
Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,
Tomino yang lucu berjalan sendirian.
Untuk menjemputmu ke neraka,
Duri-duri berkilauan dari atas gunung
menancapkan duri ke dalam daging yang segar,
Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu.



*Diharapkan jangan mendengarkan puisi ini sebanyak tiga kali dan Jangan membacakan Puisi diatas dengan suara yang keras...apabila dilanggar saya tidak menanggung akibatnya.
Menurut Kesaksian Masyarakat disana mengatakan: "Saya pernah membaca Neraka Tomino untuk acara radio online. Pada awalnya semuanya terasa normal, tetapi saya sudah membaca setengah bait dari puisi itu lidah saya terasa kaku dan sulit mengeluarkan kata-kata, keringat dingin saya keluar jeda beberapa menit saya kemudian membuang text puisi itu dan semuanya kembali normal. Dua hari kemudian saya mendapat musibah kecelakaan dan mengalami luka dengan tujuh jahitan. Tapi Saya tidak ingin berpikir bahwa ini adalah karena puisi itu."
bagaimana setelah belajar?? hehe semoga setelah membaca ini kalian akan bertemu si gadis cantik :*
SELAMAT BELAJAR BERPUISI :)